Melangkahlah…

Teringat masa dulu kita kecil, ketika kedua orang kita membimbing kita untuk bisa berdiri diatas kaki kita sendiri dan memulai langkah-langkah kecil kita. Dapatkah kita sadari bahwa langkah-langkah kecil dulu merupakan awal dari langkah-langkah besar yang telah kita torehkan pada masa muda ini? Tanpa langkah pertama kita dulu sewaktu kita kecil maka tidak akan ada langkah-langkah besar seperti sekarang. Bayangkan apa yang terjadi jika ketika kita balita dulu kita tidak pernah memberanikan diri untuk memulai satu langkah awal, mungkin sampai sekarang kita tidak bisa berjalan sendiri.

Langkah awal, walaupun kecil dan bahkan sering kali kita anggap sepele tapi begitu berat dan sulit untuk dilakukan. Padahal langkah awal merupakan pondasi utama dari langkah-langkah besar yang kita lakukan dikemudian hari. Kuncinya adalah menyegerakan untuk mengawali langkah-langkah besar itu dengan langkah awal. Rasulullah saw berpesan kepada kita dalam hadits berikut:

Dari Abu Harairah r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda: “ Bersegeralah kalian dalam mengerjakan amal shalih, sebab kelak akan muncul fitnah sebagaimana gelap-gulita malam sehingga seseorang yang ketika di pagi harinya masih mukmin, namun di sore harinya sudah berubah menjadi kafir; dan seseorang yang di sore harinya masih mukmin, namun di pagi harinya sudah berubah menjadi kafir, lantaran rela menukar agamanya dengan kesenangan dunia.”

Dari hadits diatas Rasulullah saw menyuruh kita untuk menyegerakan memulai langkah-langkah baik, karena sesungguhnya momentum timbulnya tekad dalam hati kita untuk mulai melangkah tidak selamanya ada. Pada hakikatnya syetan dalam wujud jin dan manusia tidak menyukai kita untuk segera memulai melangkah, karena ketika kita sudah memulai langkah awal kita yang sederhana maka langkah-langkah besar akan segera menyusul. Maka mereka akan menggoda kita untuk menunda sehingga hilanglah tekad itu atau bahkan kita lupa sama sekali dengan niat melangkah itu. Maka ketika kita mempunyai harapan dan cita-cita segeralah memulai langkah awal kita walaupun sederhana.

Jangan Takut Melangkah

“ Wahai golongan jin dan manusia! Jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan (dari Allah).” (Ar-Rahman: 33)

Allah SWT menurunkan ayat diatas bukanlah di zaman modern dimana alat transportasi udara, darat dan laut sudah secanggih sekarang. Allah SWT menurunkan ayat ini pada zaman sebagian orang Arab masih nomaden dan alat transportasi masih menggunakan hewan (cth: Unta, Kuda). Ketika itu jangankan menembus langit, menempuh jazirah Arab saja membutuhkan waktu berbulan-bulan. Lalu kenapa Allah SWT menurunkan ayat seperti ini di zaman seperti itu?

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah SWT menyuruh kita untuk jangan takut melangkah, bahkan ketika langkah itu menembus langit. Allah SWT bukan hanya menyuruh kita untuk mempunyai cita-cita besar, tapi juga mewujudkan cita-cita itu dengan berani melangkah. Karena tidak mungkin sebuah cita-cita terwujud tanpa ada langkah-langkah yang kita susun dan jalani menuju cita-cita tersebut.

Hal seperti inipun pernah diajarkan oleh Rasulullah saw ketika perang Khandak pada peristiwa saat beliau memecahkan batu besar sehingga memercikan api. Dalam percikan api tersebut beliau melihat ummat Islam akan menguasai Persia dan sebagian Eropa, yang ketika itu jauh dari mungkin untuk terjadi. Tapi beliau mengajarkan kita untuk mempunyai cita-cita yang tinggi dengan disertai keberanian untuk melangkah dalam mewujudkannya.

Terkadang memang kita tidak yakin akan hasil dari langkah-langkah kita. Dalam situasi ini hidup kita terasa berat dan sesak, karena hilangnya optimisme terhadap langkah-langkah yang telah kita jalani. Rasanya ingin kita sudahi saja langkah ini dan mencari jalan lain untuk melarikan diri. Rasanya kaki kita semakin berat untuk diajak melangkah dan semakin mendaki jalan di depan kita. Namun apakah ini menjadi alasan bagi kita untuk mengurungkan langkah-langkah kita kedepan sehingga memubazirkan langkah-langkah yang telah kita capai sebelumnya. Kalau begitu apa artinya dari La yukallifullahu nafsan illa wus’aha ( Allah tidak membebani sesorang melainkan sesuai kesanggupannya) atau Faidza ‘azamta fatawwakal ‘alallah (Jika sudah bertekad maka tawakalah kepada Allah)? Sudah hilangkah kepercayaan kita terhadap kasih sayang dan pertolongan Allah SWT?

Allah SWT dan Rasul-Nya tidak mengajarkan kita untuk berputus asa, justru kita diajarkan untuk menjadi orang yang optimis pada masa depan kita dan tidak berhenti melangkah. Karena kasih sayang dan rahmat Allah SWT begitu luas.

Jadi Sahabat, janganlah berhenti melangkah. Tetapkanlah kakimu untuk melangkah kedepan walau seburam apapun pandanganmu terhadap hasil yang akan dicapai. Kegagalan dan kekecewaan itu hal yang wajar sahabat dalam mengarungi langkah-langkah kita. Yang tidak wajar adalah ketika kegagalan dan kekecewaan menyurutkan langkah kita, sehingga kita trauma untuk melangkah lagi. Selesaikanlah sahabat apa yang telah kita mulai dulu.

“Melangkahlah Sahabat, dan biarkan Allah SWT yang memutuskan apa yang terbaik bagi kita.” Deni Sahmaulana

Wallahu’alam bishshawab.

3 thoughts on “Melangkahlah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s