Terang Itu Nikmat Karena Ada Gelap

Tidakkah kamu memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia tundukkan matahari dan bulan masing-masing berjalan sampai kepada waktu yang ditentukan, dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS. Luqman : 29)

Begitulah Allah SWT pergilirkan antara siang dan malam, antara terang dan gelap. Allah SWT tidak hanya menciptakan terang tapi juga menciptakan gelap, Allah SWT menciptakan gelap agar kita dapat menikmati dan mensyukuri terang. Dapat kita bayangkan jika kita hidup di kutub utara atau selatan, dimana ada suatu waktu siang sepanjang harinya. Dapatkah kita menikmati terang ketika kita terus menerus dalam terang? Sungguh terang itu tidak dapat kita nikmati jika kita tidak pernah merasakan gelap.

Begitupun dalam kehidupan kita, Allah SWT tidak hanya menciptakan senang, manis dan sehat tapi juga menciptakan sedih, pahit dan sakit. Bayangkan jika Allah SWT tidak menciptakan rasa pahit, bisakah kita bedakan antara yang manis dengan yang tidak manis? Atau bisakah kita mensyukuri waktu sehat kita jika kita tidak pernah merasakan rasa sakit? Dan juga betapa hambarnya kesenangan jika kita tidak pernah susah atau sedih.

Sungguh Allah SWT menciptakan segala sesuatunya pasti dengan segala manfaatnya, walaupun manusia menterjemahkannya dengan respon negatif.

Untuk Apa Gelap…

Allah SWT mempergilirkan siang dan malam, terang dan gelap pasti ada hikmahnya bagi manusia.

1.Malam dan Gelap tempat manusia beristirahat
Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya. (QS. Al Qashash: 73)

Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha. (QS. Al-Furqaan: 47)

Dalam ayat-ayat di atas, Allah SWT menjadikan malam sebagai tempat istirahat manusia. Manusia memerlukan gelap sebagi tempatnya melepaskan beban kehidupannya sejenak, mengumpulkan energy kembali untuk menggapai terang.

Ketika kita di “berikan” sakit, maka itu merupakan sarana kita untuk melepas sejenak beban amanah dan kehidupan kita. Allah SWT memberikan kita rehat sejenak untuk mengumpulkan energy kita lagi hingga kita kembali sehat dan siap mengemban amanah kehidupan ini lagi.

2.Tempat manusia mendekatkan diri pada Rabb-nya
Dan pada sebahagian malam hari sholat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. (QS. Al-Israa’: 79)

Allah SWT turun ke langit dunia pada sepertiga malam, bukan pada siang hari. Allah SWT telah menjadikan malam sebagai sarana hamba-Nya mendekat dan mengadu kepada-Nya. Karena Allah SWT telah menjadikan sebagian besar siang sebagai tempat manusia untuk berusaha memenuhi kebutuhan dunianya. Bahkan Allah SWT menciptakan sebuah malam yang istimewa sebagai tempat mendekat kepada-Nya, yaitu Lailatulqadr atau malam seribu bulan.

Masa-masa gelap, sedih, sempit dan sakit kita merupakan sarana untuk mendekat kepada Allah SWT. Allah SWT telah menjadikan sifat manusia yang penuh dengan sifat khilaf, manusia harus diingatkan untuk kembali mendekat kepada Rabb-nya. Oleh karena itu kadang hanya rasa takut, sakit dan khawatir yang bisa memaksa manusia untuk mendekat dan mengingat Rabb-nya. Maka manfaatkanlah masa gelap kita sebagai tempat kita kembali kepada-Nya dan ingatlah justru dimasa-masa gelap Allah SWT meng-ijabah doa-doa kita.

3.Tempat manusia memuhasabah dan memperbaiki kesalahan
Dan dirikanlah sholat … pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat. (QS. Huud: 114)

Malam hari merupakan waktu yang paling tepat bagi kita untuk mengevaluasi masa-masa terang kita. Apa saja yang telah kita lakukan dan belum kita lakukan, sehingga ketika terang muncul kembali kita tidak akan mengulangi kesalahan dan meningkatkan yang sudah baik pada masa terang sebelumnya.

Allah SWT menjadikan malam sebagai tempat kita mengugurkan dosa, seperti ayat diatas. Kesabaran dan amal shaleh kita ketika masa-masa gelap merupakan sarana kita memperbaiki diri, hingga ketika terang kembali kita sudah menjadi pribadi yang lebih baik.

Bagaimana Jika Terang Tidak Datang Juga…

Allah SWT telah mempergilirkan siang dan malam sesuai dengan kehendaknya. Kadang datangnya terang dan gelap dengan porsi yang seimbang, namun kadang juga datang keduanya dengan porsi yang tidak seimbang, terang begitu lama atau gelap begitu lama.

Terang merupakan tempat kita bersyukur dan gelap adalah tempat kita untuk sabar dan mendekat kepada Allah SWT. Sebagaimana Rasulullah saw pernah mengatakan bahwa orang mukmin adalah orang yang bersyukur jika dapat nikmat dan bersabar jika dapat musibah. Maka jika terang itu tidak datang juga hingga akhir hayat kita, namun kita tetap dalam keadaan sabar dan berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT, sungguh terang itu akan tetap datang dalam bentuk Surga Allah SWT di akhirat nanti dan itulah sebaik-baiknya nikmat.

“Gelap merupakan sebuah nikmat, karena dengan gelap kita dapat menikmati nikmat yang sebenarnya, yaitu terang.”

Wallahu’alam…

*Nb: Terang = senang, sehat, lapang, manis, dll
Gelap = susah, sedih, sakit, pahit, sempit, dll

One thought on “Terang Itu Nikmat Karena Ada Gelap

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s