SEJARAH PEMBENTUKAN KEMA UNPAD

Latar Belakang

Dalam perjalanan sejarah, kita menemukan  begitu banyak peristiwa-peristiwa perjuangan yang melibatkan mahasiswa sebagai garda terdepan. Mahasiswa bukan hanya berperan sebagai insan akademis tetapi juga insan masyarakat. Jelas sekali bahwa mahasiswa memiliki peran ganda, selain dia sebagai perserta didik, dia juga berperan sebagai insan yang peduli dengan kondisi masyarakatnya.

Dalam lembaran sejarah itu pula kita melihat bahwa mahasiswa akan mampu memainkan peran dan fungsinya secara optimal apabila mereka memiliki limgkungan yang bisa membentuknya, itulah yang disebut dunia kampus. Kampus adalah laboraturium mahasiswa dalam mempersiapkan dirinya menghadapi dunia luar yang lebih ganas.

Untuk itu perlu dibangun sebuah kampus yang seimbang dari segi akademis dan sisi aktualisasi diri mahasiswa. Aktualisasi mahasiswa dapat berkembang apabila ada sebuah wadah yang memayunginya. Wadah tersebutlah yang kita sebut Lembaga Kemahasiswaan. Lembaga Kemahasiswaan adalah sebagai lembaga formal yang berperan mengaspirasikan kepentingan seluruh mahasiswa.

Di lingkungan UNPAD sendiri sejak tahun 1996 Lembaga Kemahasiswaan di tingkat Universitas mengalami kekosongan. Baru sekitar tahun 2002 kita memiliki wadah Lembaga Kemahasiswaan di tingkat Universitas yang kita kenal dengan KEMA UNPAD. Dibawah ini akan diceritakan sejarah panjang pembentukan KEMA (Keluarga Mahasiswa) UNPAD agar kita selaku mahasiswa UNPAD mempunyai rasa memiliki yang besar terhadap lembaga ini.

PEMBENTUKAN KEMA UNPAD

Proses pembentukan lembaga ini sangatlah berat, ini bisa kita lihat dari mulai tahun 1996 mengalami kekosongan. Baru pada tahun 2002 kita dapat membentuk kembali. Berarti lima tahun yang dibutuhkan untuk proses pembentukannya. Ini bukan waktu yang sebentar untuk proses pembentukannya, tetapi waktu yang cukup lama.

Berapa banyak tenaga mahasiswa yang terlibat, berapa banyak pikiran yang dicurahkan, dan berapa banyak materi atau dana yang dikeluarkan selama lima tahun dalam proses pembentukannya. Ini semua sebagai bahan pemikiran kita selaku mahasisa UNPAD agar tetap menjaga eksistensi lembaga KEMA UNPAD.

Usha pembentukan KEMA UNPAD berawal tahun 1996 pada masa Fery (FISIP), dengan diadakannya Mubes I (Musyawarah Besar) SMPT (Senat Mahasiswa Tingkat Perguruna Tinggi) di Lembang untuk menggagas Lembaga Kemahasiswaan di tingkat UNPAD, kemudian dilanjutkan dengan Mubes II di tempat yang sama pada akhir tahun 1996. Mubes tersebut tidak sampai selesai, karena ada pembubaran. Menurut pelaku sejarah ada dua versi: versi pertama (dari Mahasiswa) mengatakan bahwa Mubes tersebut dibubarkan oleh pihak rektorat karena banyaknya tuntutan yang dilakukan oleh mahasiswa pada kebijakan-kebijakan Rektorat yang saat  itu dipimpin oleh Bapak Maman P.  Rukmana, dan versi kedua (dari Rektorat) mengatakan bahwa mahasiswa yang membubarkan diri sendiri karena  terjadinya perpecahan di tingkat Mahasiswa oleh Lembaga-Lembaga Mahasiswa itu sendiri pada tingkat Universitas dan Fakultas.

Pada tahun 1997, pemboikotan PMB (Penerimaan Mahasiswa Baru) terjadi di tingkat Universitas dan Fakultas oleh Mahasiswa, dengan adanya sanksi akademik saat itu bila dilanggar. Dengan statement ”Mahasiswa Baru tidak boleh ”disentuh” selama satu semester” saat pengajuan proposal PMB oleh mahasiswa, karena Rektorat menganggap SMPT telah vakum kekuasaan di tingkat Universitas. Mahasiswa yang tetap merasa mempunyai SMPT mencoba untuk melaksanakan LDKM (Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa) tingkat Universitas bekerjasama dengan alumni-alumni Unpad dan dosen-dosen yang masih intern pada lembaga kemahasiswaan. LDKM itu dilaksanakan di Lembang, tetapi kegiatan tersebut tidak berjalan dengan baik karena dibubarkan oleh pihak Rektorat dengan dua Kompi Brimob. Dengan dasar bahwa kegitan tersebut ilegal.

Kemudian pada tahun 1998 dibentuklah Tim Fasilitator Dialog Mahasiswa (TIFADIMA) Unpad. Setelah itu pada tahun 1999 diadakan Kongres Mahasiswa tingkat Universitas yang diadakan di Dipati Ukur dengan menghadirkan Ketua-Ketua BPM Fakultas, perwakilan mahasiswa tingkat Fakultas (SEMA) hingga jurusan termasuk UKM-UKM tingkat Universitas. Kegiatan ini untuk merumuskan dan menyepakati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dan GBPK. Karena lembaga ini belum disahkan oleh pihak Rektorat waktu itu, maka untuk sementara difasilitasi oleh Forum Gabungan (FORGAB) sebagai lembaga transisi sebelum terbentuknya KEMA.

FORGAB merupakan forum gabungan dari tingkat Fakultas (BPM, SEMA, HMJ). HMJ sendiri tergabung dalam FORSIL (Forum Silaturahmi). FORGAB dipimpin oleh Presidium dari tiap-tiap FORKOM (Forum Komunikasi), SEMA, BPM, DAN UKM. HMJ yang tergabung dalam FORSIL  nantinya bertindak ke FORKOM BEM. FORGAB sendiri awalnya terdiri dari tiga otang presidium,yaitu Presidium BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), Presidium BPM (Badan Perwakilan Mahasiswa), dan Presidium UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa). Presidium pada periode pertama yaitu Aliardo dari Fakultas Sastra, kemudian digantikan oleh Presidium periode kedua, yaitu Michael Renaldy Z, ketua SEMA FH sebagai Presidium BPMF, Sandy Gunawan H Ketua BPM Fikom sebagai Presidium BPMF dan Yuliandre Darwis Ketua UPBM (Unit Pencinta Budaya Minang) sebagai Presidium UKM.

Pada periode ini dibentuklah Tim Lobby yang memiliki wewenang menjelaskan AD/ART KEMA Unpad kepada Rektorat. Tim Lobby terdiri dari Wildan sebagai koordinator (BPM FASA) dengan anggota Anna (BPM FKG), Ali (BPM Faperta), Yudha (BPM Fikom), Irfan (SEMA FKG), Abdi Roby (BEM Faperta), Pupung (UTMU), Marenda/Imanda (LPPMD), Pribudi (DKM), dua orang perwakilan HMJ, dan tiga orang presidium (Michael/SEMA FH, Sandy/BPM Fikom, dan Yuliandre/UPBM).

Selain itu Tim Lobby dibentuk juga Tim Propaganda oleh Irvan (BEM Fapsi), Abdi Roby dan Yudha, lainnya Heri (BPM Sastra D3), Subangun (BPM FE), Ibnu (BPM FMIPA D3), dan beberapa nama lain untuk mensosialisasikan KEMA UNPAD ke seluruh mahasiswa UNPAD.

Perjalanan lobby dan pengesahan konsep AD/ART berjalan cukup ”alot” dari pihak Rektorat dengan alasan pasal 5 (AD) dan pasal 15 (ART) tentang  ”kesetaraan” & ”keuangan ” PMB dapat dipegang oleh Mahasiswa melalui FORKOM UKM setelah pergantian Rektorat. Saat PMB adanya aksi demo mahasiswa yang mendesak Rektorat untuk mengesahkan AD/ART dan berdirinya KEMA Unpad. Namun, hasil yang didapat selalu ”dead lock.”

Pada masa Aliardo, adanya FRAKSI dari gabungan ketua-ketua BEM tujuh Fakultas, hampir memecahkan FORGAB pada aksi mahasiswa di Jakarta. Karena ternyata ada pihak-pihak yang ingin memecahbelahkan FORGAB. Masalah KEMA Unpad sempat ”dilupakan.” Ternyata adanya kesalahpahaman, permasalahan itu dapat diselesaikan. Dari pihak Rektorat juga dibentuk Tim Organisatoris yag dikoordinir oleh Bapak Budhi W. (PD III FISIP) yang terdiri atas 11 orang dari tujuh Fakultas (PD III) dan Staff Rektorat. Dalam penyelesaiannya Tim Lobby FORGAB dipertemukan dengan Tim Organisatoris (Rektorat). Konsolidasi Kep. SK KEMA sempat dead lock karena adanya ketidaksepakatan dari Fikom.

Hasil Tim Lobby, PMB tingkat Universitas dapat dipegang FORGAB dengan pertama kalinya menggunakan KEMA Unpad. Tim Propaganda membuat propaganda melalui media-media lembaga kemahasiswaan tingkat Fakultas dan Stan Mahasiswa yang boleh berdiri pada saat PMB dengan nama FORGAB-KEMA Unpad. SK KEMA  Unpad yang tadinya akan dibacakan saat PMB tidak terlaksana, karena adanya ”accident” mahasiswa diluar dari skenario yang ada. Sehingga SK KEMA Unpad tertunda lagi untuk diserahkan dengan alasan adanay perpecahan dikalangan  mahasiswa mengenai berdirinya KEMA.

Lobby-lobby dan konsolidasi terus dilakukan baik secara tim maupun pribadi. Dan akhirnya pada tanggal 14 Maret 2002 Deklarasi KEMA Unpad dilaksanakan di Graha Sanusi yang dihadiri PR III dan Tim Organisatoris berikut Ketua-ketua Lembaga Kemahasiswaan dari tingkat Himpunan sampai ke tingkat Fakultas dan UKM di lingkungan Unpad. Maka dalam catatan sejarah pendirian KEMA Unpad tanggal 14 Maret 2002 dijadikan hari jadinya KEMA Unpad. Kemudian pada tanggal 22 Maret 2002 SK KEMA Unpad turun dari Rektorat. Saat itu dibacakan LPJ Presidium FORGAB sebagai tanda berakhirnya kepengurusan FORGAB.

Setelah itu diadakan pertemuan di Aula Graha Sanusi untuk menyikapi dideklarasinya KEMA Unpad walaupun secara tertulis belum disahkan, namun pada pertemuan tersebut kita menyambut itikad baik dari pihak Rektorat untuk membentuk Lembaga Kemahasiswaan di tingkat Universitas Padjadjaran. Pada pertemuan tersebut menghasilkan terbentuknya BPBP3 (Badan Pekerja Bersama Perumusan Persiapan dan Pembentukan) KEMA Unpad yang bertugas untuk membuat UU Pemilu Raya, Anggaran Dana Pemilu Raya dan Jadwal Pemilu Raya KEMA Unpad. Namun, pada pertemuan tersebut belum merekomendasikan orang-orang yang terlibat dalam BPBP3.

Kemudian karena masa jabatan Ketua BEMF dan Ketua BPMF berakhir, maka masa jabatan presidium periode tersebut juga berakhir. Karena seorang presidium haruslah seorang Ketua Lembaga yang menjabat di Fakultasnya dan Ketua UKM. Sekitar akhir bulan Mei 2002 diadakan pergantian presidum. Presidium yang terpilih pada periode 2002-2003 ini yaitu Nasrul Haq (BEM FMIPA S-1) sebagai Presidium BEMF, Kunto Rizki S (BPM FISIP) sebagai Presidium BPMF dan Deddy Sukmana sebagai Presidium UKM.

Selanjutnya diadakanlah pertemuan anggota BPBP3 di Cikalong pada bulan Juni 2003. Anggota BPBP3 sendiri berjumlah 13 orang yang berasal dari rekomendasi BEMF dan BPMF. Nama-nama anggota BPBP3 diantaranya Panji (BPM FK), Genis (BEM FK), Nova (BEM FKG),  Putti (BEM PSIK), Jeffry (BPM FMIPA S-1), Indra Maulana (BEM FMIPA S-1), Rahman (BEM Faperta), Sidiq (BEM D3 Sastra), Hasby (BEM Fapet), Indra Kusumah (BPM Fapsi), Barli (BEM FE), Asep (BPM Fisip), Irfan (BEM Fapsi). Masa Kerja anggota BPBP3 mulai dari tanggal 27 Mei-8 juni 2002.

Hasil dari pertemuan Cikalong tersebut berupa draft UU Pemilu Raya KEMA Unpad, Anggaran Dana Pemilu Raya KEMA Unpad,  dan Jadwal Pemilu Raya KEMA Unpad. Setelah itu dibentuklah PPU (Panitia Pemilihan Unpad) dan PPF (Pemilihan Pemilihan Fakultas). Berdasarkan UU Pemilu Raya KEMA Unpad maka PPU bertugas sebagai panitia penyelenggara Pemilu Raya KEMA Unpad I sampai terpilihnya Ketua BEMU (Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Unpad) dan Anggota BPMU (Badan Perwakilan Mahasiswa Unpad). PPU sendiri diketuai oleh Hakimin dari FE.

Pihak Rektorat mendukung pembentukan Lembaga Kemahasiswaan di tingkat Universitas dengan diberikannya Surat Keputusan (SK) Rektor Universitas Padjadjaran Nomor : 116.b/j06.3/Kep/KM/2002 kepada Presidium Sementara Keluarga Mahasiswa (KEMA) Unpad yang terdiri dari:

1. Kunto Rizki Santika           Ketua Forum Komunikasi BPM

2. Nasrul Haq                          Ketua Froum Komunikasi BEM

3. Rori Ade Putra                    Ketua Forum Komunikasi UKM

Adapun tugas dan wewenang Presidium Sementara adalah:

  1. Menyelenggarakan kegiatan yang mengarah pada pembentukan badan kelengkapan Keluarga Mahasiswa (KEMA) Unpad
  2. Menerima dan menyalurkan aspirasi Mahsiswa Unpad sebelumnya badan kelengkapan

Dengan SK yang diberikan Rektorat kepada Presidium Sementara pada bulan September 2002 dihadapan mahasiswa baru angkatan 2002 pada acara PMB (Penerimaan Mahasiswa Baru) Unpad maka secara de fakto dan de yure KEMA Unpad telah terbentuk.

Persiapan Pemilu Raya KEMA Unpad oleh PPU dimulai pada bulan Agustus-September 2002. Pemilu Raya KEMA Unpad I sendiri berlangsung pada bulan Oktober 2002. Hasil Pemilu Raya KEMA Unpad I, yaitu terpilihnya Indra Maulana sebagai Ketua BEM Unpad dan terpilihnya Anggota BPM KEMA Unpad.

Setelah itu diadakan Kongres KEMA Unpad I pada bulan Juni 2003 bertempat di Ruang Serba Guna Lt. 3 Fapet. Ketua panitia Kongres KEMA Unpad I yaitu Ferdi dari Fapet. Agenda Kongres KEMA Unpad, yaitu: mengangkat dan melantik Ketua BEM dan anggota BPM terpilih, pemilihan Ketua BPM oleh anggota BPM terpilih pada Kongres I KEMA Unpad, yaitu Rudi Wahyudi.

Dengan terbentuknya badan kelengkapan KEMA Unpad, maka dengan sendirinya FORGAB bubar. Kebijakan tertinggi di KEMA Unpad yang berperan untuk menyalurkan aspirasi mahasiswa ada pada badan kelengkapan yang terdiri dari BEMU, BPMU, UKM.

Demikianlah sejarah panjang pembentukan KEMA Unpad dan kita semua berharap bahwa lembaga yang telah dibentuk dengan susah payah ini dapat digunakan sebagai wadah penyalur kreatifitas dan aktualisasi diri mahasiswa di tingkat Universitas Padjadjaran.

One thought on “SEJARAH PEMBENTUKAN KEMA UNPAD

  1. Bravo kema unpad,perjalanan belum usai, bangga jadi bagian perubahan, diantos silaturahminya,dedy 08122014717

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s